Senin, 26 Januari 2015

Kentang Dapat Dikembangkan di Dataran Rendah Pulau Wetar-Maluku

Hasil panen kentang di Lurang-dibagi atas 3 grade

PENDAHULUAN

Kentang tumbuh subur di kebun Lurang - Wetar
Kentang (Solanum tuberosum) merupakan tanaman dataran tinggi. Meskipun demikian, beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran rendah dan umbi yang dihasilkan juga tidak mengecewakan. Kentang juga masih menjadi barang langka di Pulau Wetar, sehingga untuk memenuhi kebutuhan terhadap konsumsi kentang maka kentang didatangkan dari Pulau Jawa meskipun harganya mahal.
Berdasarkan pemikiran tersebut, maka petani ingin menanam kentang di Wetar dan terlebih dahulu diujicobakan di kebun percobaan PT Batutua Tembaga Raya. Terdapat 3 varitas yang diujicobakan yaitu Granola Lembang, Granola Australia dan varitas Granola Kembang ungu.
Syarat tumbuh kentang adalah pada iklim dengan curah hujan rata-rata 1.500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Media tanam yang diperlukan agar kentang dapat tumbuh dengan subur, yaitu media tanam dengan struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

METODE PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN
Sumber bibit berasal dari Malang, Jawa Timur. Terdapat tiga bedeng percobaan, masing-masing untuk
Mama Agu Mawatis siap panen kentang
varitas Granola Australia, Granola Kembang Ungu dan Granola Lembang. Media tanam berupa campuran tanah dan kotoran ayam. Ketiga bedeng tersebut dilindungi dengan paranet untuk mengurangi intensitas cahaya matahari.  Tanaman kentang disiram sehari sekali, di pagi hari. Tidak menggunakan pestisida karena tanaman tumbuh sehat. Hama yang ada, semut merah yang memakan umbi kentang pada saat kentang siap dipanen sehingga muncul lubang pada umbi dan mengurangi kualitas umbi. Lokasi penanaman berada kurang 100 m dpl tetapi berhasil panen dengan umbi yang besar.


PANEN DAN KUALITAS UMBI KETANG
Kentang ditanam pada tanggal 17 Juni 2012 dan panen pada tanggal 4 September 2012. Umur panen ketiga varitas ini adalah 80 HST. Hasil panen ketiga varitas ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Varitas
Jumlah pohon
Hasil panen (Kg)
Total Panen (Kg)
Rata-rata berat per pohon (Kg)
Grade A
Grade B
Grade C
Granola Australia
11
2,4
0,8
0,3
3,5
0,32
Granola Kembang Ungu
  8
2,5
1,7
0,3
4,5
0,56
Granola Lembang
13
2,5
1,6
1,1
5,2
0,40
Total
32
7,4
4,1
1,7
13,2
0,41

Ibu Mery Maata sedang panen kentang di kebun Lurang-Wetar
Saat panen, umbi kentang dibagi atas 3 grade, yaitu paling besar dan berkualitas diberi grade A, medium diberi grade B, cacat dan berumbi kecil diberi grade C. Rata-rata berat per pohon untuk ketiga varitas ini adalah 0,41 kg/pohon. Jika dilihat per varitas maka rata-rata berat perpohon untuk Granola Kembang Ungu memiliki umbi yang lebih berat (0,56 kg/pohon), diikuti dengan Granola Lembang (0,40 Kg/pohon) dan terakhir Granola Australia (0,32 Kg/pohon). Berdasarkan data tersebut, hasil terbaik panen perdana kentang di kebun contoh adalah kentang Granola Kembang Ungu, terbaik kedua Granola Lembang dan terbaik ketiga Granola Australia.

Uji rasa dilakukan oleh Pak Rizal dari dapur BTR dan ibu Mia Soenan, manajer Comdev. Hasil uji menunjukkan, kentang goreng rasanya lebih gurih dan segar dibandingkan dengan kentang yang
1 pohon kentang, berat mencapai 0,56 kg
didatangkan melalui Kupang, NTT. Kentang ini juga renyah dan disukai oleh beberapa orang yang ikut menikmati kentang goreng tersebut. Karena itu, ke depan Comdev akan mencoba menanam kentang ini sekali lagi di kebun percobaan dan jika hasilnya baik maka selanjutnya akan direkomendasikan untuk ditanam di kebun petani di bawah monitoring dan evaluasi dari Comdev.